Kelompok 5 XI IPA 3

Kamis, 01 Oktober 2015

Tutorial


Cara Belajar Renang Mulai dari Dasar Renang
Belajar renang idealnya sudah dimulai antara usia 3 – 7 tahun, pada usia 10 – 12 tahun merupakan usia untuk spesialisasi, sedangkan usia prestasi puncak berkisar antara 16 – 18 tahun. Meskipun untuk belajar renang sebaiknya dimulai usia 3 – 7 tahun. Renang merupakan suatu aktivitas yang dilakukan di air. Melakukan aktivitas di air berbeda dengan melakukan aktivitas di darat. Belajar renang khususnya bagi pemula atau  anak-anak yang baru belajar renang membutuhkan cara-cara khusus.
Belajar Renang
Belajar Renang
Sebelum belajar renang dengan gaya yang sesungguhnya, terlebih dahulu perlu belajar tentang dasar-dasar renang, yaitu bagaimana  cara mengatur napas ketika berada dalam air, cara mengapung, dan meluncur di air. Teknik dasar renang yang paling penting adalah bernapas di dalam air, mengapung, dan meluncur. Pernapasan di dalam air adalah bagaimana mengatur proses pengambilan udara (menghisap udara di atas permukaan air), dan mengeluarkan udara di udara atau di dalam air. Proses pernapasan ini bukanlah hal yang mudah. Dalam proses pembelajaran, latihan ini sering membosankan. Latihan pernapasan dapat ditingkatkan dengan jalan mengatur irama pernapasan. Waktu menghirup udara dilakukan dengan cepat dan pengeluaran dapat dilakukan dengan irama lebih lambat dari pengambilan udara.

Keterampilan berikutnya adalah cara mengapung. Mengapung di air merupakan modal dasar untuk dapat berenang dengan baik. Membuat posisi badan mengapung di air perlu senantiasa diupayakan. Posisi badan mengapung dapat dibedakan menjadi tiga macam posisi. Posisi tegak, telungkup, dan telentang. Daya apung tubuh berhubungan dengan kandungan lemak tubuh.  Seorang yang memiliki kandungan lemak tubuh yang banyak memiliki daya apung yang lebih baik.
Meluncur dengan cepat adalah faktor penting yang harus diupayakan dalam belajar berenang. Gerakan meluncur dapat dilakukan dengan baik apabila hambatan ke depan semakin kecil. Hambatan meluncur tergantung pada posisi badan membentuk sudut dengan permukaan air. Semakin besar sudut (mendekati 90 derajat), semakin besar hambatan yang terjadi. Tenaga untuk renang tidak sekedar untuk meluncur, tetapi juga mempertahankan daya apung.
Perbedaan dari masing-masing gaya terletak pada teknik gerakannya. Oleh karena unsur gerak dalam renang sangat komplek, maka dalam pembelajaran renang perlu diperhatikan penggunaan pendekatan atau metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik pembelajaran harus selalu diupayakan dan dirancang dengan baik.
Berikut ini penjelasan singkat mengenai dasar-dasar yang perlu dilakukan dalam belajar renang bagi pemula:
1. Masuk ke dalam air

Rendam tubuh sebatas leher, kemudian basahi muka dengan kedua tangan berulang-ulang.
Duduk di dasar kolam, kepala tetap di atas permukaan air, kedua telapak tangan letakkan di samping kiri dan kanan paha
Melompat dengan mempergunakan kedua kaki dirapatkan, gerakannya pendek, lakukan berulang-ulang di tempat.

2. Berjalan
Berjalan dengan lutut ditekuk dan tangan diayun di dalam air. Lakukan ke arah depan berulang-ulang
Berjalan biasa ke arah depan dan belakang, lakukan berulang-ulang secara berpasangan
Berjalan dengan step panjang dan pendek ke arah depan dan belakang, lakukan sendiri-sendiri secara berulangulang
Berjalan ke arah depan dengan menendangkan kaki, lakukan secara berulang-ulang

3. Bernapas
 Badan dibungkukkan ke depan, dagu di bawah permukaan air, tiupkan udara dari mulut sehingga nampak ada riakan air
Tiupkan bola pingpong di permukaan air, lakukan terus menerus sambil berjalan membungkuk
Tarik napas sedalam-dalamnya dengan mulut dibuka ¾ nya, masukan muka ke bawah permukaan air, tiupkan udara ke dalam air dengan membuka mulut setengahnya, lakukan berulang kali
Bernapas naik turun di atas dan di bawah permukaan air sebanyak 5 – 10 kali dengan mata ½ dibuka.
Tarik napas sedalam-dalamnya, kemudian keluarkan melalui mulut dan hidung sedikit demi sedikit sambil menyelam, lakukan selama 5 detik sambil menyelam. Lakukan selama 5 detik setiap kalinya. Cara mengeluarkan udara di dalam air ada dua cara, yaitu secara sedikit demi sedikit (trickle) dan sekaligus (explosive).
Saling berhadapan dengan partner, berpegangan tangan, bergerak naik turun ke dalam air secara bergantian
Menyelam secara bergantian dan mencoba menghitung jumlah jari jemari partnernya di dalam air

4. Mengapung – Dasar Belajar Renang

Belajar mengapung berkaitan dengan hukum Archimides
Mengapung merupakan latihan keterampilan penyelamatan diri yang sangat penting di air. Kemampuan mengapung dalam posisi telentang dan telungkup sangat penting dalam pembentukan rasa percaya diri.
Saling berhadapan dengan partner, condongkan badan ke depan secara perlahan-lahan, buka kedua tungkai kaki dan lengan, sehingga mengapung seperti bentuk bintang. Partnernya memberi bantuan dengan menyambut telapak tangannya bilamana mengalami kesulitan, kemudian lakukan latihan seperti itu secara sendiri-sendiri.
Saling berhadapan dengan partner, latihan seperti tadi hanya sekarang posisi badan telentang, partnernya menahan bagian belakang kepala, jika temannya mengalami kesulitan pada saat latihan, atau pada saat sulit bangun ke posisi berdiri kembali. Latihan diulang-ulang sampai latihan betul- betul dikuasai.
Latihan mengapung dengan mengubah sikap telentang ke sikap telungkup. Gerakan kepala ke atas atau tekuk lutut dan tarik tumit ke belakang.

5. Meluncur

Berdiri tegak, kedua lengan lurus ke atas dirapatkan
Bungkukkan tubuh ke depan, dada sampai mengenai permukaan air
Tolakkan salah satu kaki ke dinding tembok, pertahankan sikap meluncur sampai berhenti
Ulangi latihan ini sampai 8 kali. Bila dengan jumlah latihan itu belum mahir, terus diulangi lagi
Pada saat meluncur, tubuh dikatakan seimbang jika titik gaya berat dan titik gaya apung terletak pada satu garis vertikal.


Demikian penjelasan mengenai Belajar Renang, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar